Tuntunan Doa dan Adab Ketika Bersin

30 Jul 2025

Bersin adalah hal alami yang terjadi pada manusia. Namun dalam Islam, tidak ada aktivitas harian yang luput dari bimbingan adab dan tuntunan, termasuk ketika bersin. Rasulullah ﷺ memberikan teladan mengenai bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap saat bersin dan mendengar orang lain bersin. Hal ini mencerminkan akhlak mulia dan semangat untuk saling mendoakan.

1. Makna Bersin dalam Pandangan Islam

a. Bersin Sebagai Nikmat dari Allah

Bersin merupakan cara tubuh membersihkan saluran pernapasan. Dalam hadits, Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa bersin adalah dari Allah, sedangkan menguap dari setan.

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap...”
(HR. Al-Bukhari)

b. Bersin Sebagai Kesempatan untuk Berdzikir

Saat bersin, seorang Muslim dianjurkan untuk mengingat Allah. Ini menjadi momen singkat yang bisa menjadi ladang pahala bila dilakukan dengan adab yang benar.

2. Doa Ketika Bersin

a. Mengucap Alhamdulillah

Setelah bersin, seorang Muslim dianjurkan mengucapkan:

"Alhamdulillah"(Segala puji bagi Allah)
Ini menunjukkan rasa syukur atas kesehatan dan nikmat Allah.

b. Menjawab Doa Orang yang Bersin

Jika seseorang di sekitar mendengar orang lain bersin dan mengucap "Alhamdulillah", maka ia disunnahkan menjawab dengan:

"Yarhamukallah"(Semoga Allah merahmatimu)

c. Balasan dari Orang yang Bersin

Lalu, orang yang bersin dan didoakan dengan "Yarhamukallah" membalas dengan:

"Yahdikumullah wa yuslihu baalakum"
(Semoga Allah memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian)

3. Adab Ketika Bersin

a. Menutup Mulut dan Hidung

Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk menutupi wajah dengan tangan atau kain ketika bersin agar tidak mengganggu orang lain.
➡ Gunakan siku bagian dalam atau tisu agar lebih higienis.

b. Tidak Mengangkat Suara

Bersin tidak boleh dilakukan dengan keras atau berlebihan. Bersikaplah sopan dan tenang.

c. Tidak Memaksa Orang Lain untuk Mendoakan

Jika seseorang tidak mengucapkan "Alhamdulillah", maka orang lain tidak wajib menjawab. Maka penting bagi yang bersin untuk mengingat mengucapnya.

d. Tidak Sembarangan Bersin di Tempat Umum

Menjaga etika sosial dan kebersihan adalah bagian dari iman. Jangan bersin ke arah orang lain, terutama di keramaian atau tempat ibadah.

4. Hikmah Sosial dalam Adab Bersin

a. Menumbuhkan Kasih Sayang dan Doa di Antara Muslim

Tuntunan ini mengajarkan umat Islam untuk saling mendoakan meski dalam hal kecil. Hal ini memperkuat ukhuwah dan saling peduli.

b. Melatih Kesopanan dan Kesadaran Diri

Dengan mengikuti adab bersin, seseorang terbiasa untuk menjaga sikap, memperhatikan orang lain, dan bertindak sesuai tuntunan Nabi ﷺ.

5. Kapan Tidak Didoakan Setelah Bersin?

Dalam hadits disebutkan bahwa seseorang tidak perlu dijawab jika bersin lebih dari tiga kali berturut-turut. Bersin berlebihan bisa jadi tanda sakit, maka cukup didoakan agar lekas sembuh, bukan dengan "Yarhamukallah".

Islam adalah agama yang sempurna, mengatur segala aspek kehidupan hingga hal terkecil seperti bersin. Melalui adab bersin yang benar—mengucap Alhamdulillah, mendoakan orang yang bersin, serta menjaga etika sosial—seorang Muslim menunjukkan akhlak terpuji, meningkatkan ukhuwah, dan meneladani Rasulullah ﷺ. Semoga kita senantiasa menjadi Muslim yang beradab dan peka terhadap sekitar, bahkan dalam perkara yang tampak sepele.