Sarung Buatan Tanah Air Ini Berhasil Tembus Pasar Dunia, Ini Rahasianya

28 Oct 2020

Sarung bukan hanya sebagai produk fashion semata. Busana yang erat dengan umat Muslim ini juga telah menjadi bagian dari identitas masyarakat Indonesia.

Seperti misalnya penggunaan sarung di kalangan santri yang telah menjadi identitas. Terbukti, mayoritas pesantren di Indonesia menjadikan sarung seperti sebuah pakaian wajib. 

 

"Artinya, fungsi sarung sudah bukan lagi menjadi pakaian untuk beribadah, tapi sudah memiliki nilai kehidupan,"  ujar Direktur Marketing Behaestex, Haikal Bahasuan, dalam keterangannya, Rabu, (22/10/2020). 

Bahkan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan Hari Sarung Nasional pada 3 Maret dan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober. Hal inilah yang membuat sarung memiliki Identitas yang turut mempromosikan keislaman yang menghargai tradisi dan karakteristik masyarakat Indonesia.

Maka tidak heran jika sejumlah merek sarung berhasil menembus pasar dunia. Salah satunya  sarung Atlas yang sudah dipasarkan ke beberapa negara di Asia Tenggara antara lain Malaysia, Thailand, Myanmar, Singapura dan Brunei Darussalam.

Tidak hanya di kalangan Asia, sarung tersebut juga berhasil merambah ke di Afrika Barat, Afrika Selatan dan Timur Tengah seperti Yaman, Djibouti, Oman, Sudan, Saudi Arabiah, Uni Emirate Arab, Somalia dan Tanzania.

Haikal menjelaskan, yang membuat sarung tersebut berhasil merambah pasar internasional karena kualitasnya yang premium. Sarung tersebut, kata Haikal, memiliki perpaduan seni dan teknologi, terinspirasi dari motif-motif perpaduan kekayaan etnik Indonesia, serta teknologi yang modern.

 

"Perpaduan warna yang tepat serta tahan lama, super tenunannya menjadikan kerapatan tenunan yang sempurna berkelas dunia, dan super nyamannya menjadikan halus teksturnya serta memberikan kenyamanan ekstra untuk segala aktivitas,"kata Haikal.  

Artikel ini dimuat di https://www.suara.com/lifestyle/2020/10/22/213310/sarung-buatan-tanah-air-ini-berhasil-tembus-pasar-dunia-ini-rahasianya