Perjalanan Hijrah: Dari Hati Menuju Ridha Allah

24 Jul 2025

Hijrah bukan sekadar berpindah tempat atau mengubah penampilan, melainkan proses mendalam yang berangkat dari hati menuju perubahan total untuk meraih keridhaan Allah. Perjalanan ini bukanlah jalan yang mudah, namun penuh makna dan keberkahan bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh menjalani.

1. Makna Hijrah dalam Islam: Lebih dari Sekadar Perpindahan

Hijrah berasal dari kata hajara yang berarti meninggalkan. Dalam konteks spiritual, hijrah adalah meninggalkan keburukan menuju kebaikan, dari kegelapan menuju cahaya, dari kehidupan yang jauh dari Allah menuju kehidupan yang dipenuhi nilai Islam.

  • Hijrah fisik vs hijrah hati
    Hijrah fisik merujuk pada perpindahan tempat, seperti yang dilakukan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Sedangkan hijrah hati adalah perubahan internal—meninggalkan maksiat, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan ibadah.

  • Hijrah adalah proses seumur hidup
    Hijrah tidak selesai dalam satu hari. Ia adalah perjalanan panjang yang terus berlanjut selama kita hidup di dunia.

2. Niat yang Tulus: Langkah Pertama yang Paling Penting

Segala amal tergantung niatnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya...” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Hijrah harus diniatkan karena Allah
    Jangan berhijrah karena ingin dipuji, ingin viral, atau karena tren. Niat yang lurus akan menjaga langkah tetap teguh.

  • Niat adalah bahan bakar semangat
    Ketika godaan datang atau lelah menyapa, niat yang tulus karena Allah-lah yang akan menguatkan hati untuk terus melangkah.

3. Rintangan dalam Hijrah: Godaan Dunia dan Tekanan Sosial

Tidak semua orang akan memahami keputusan kita untuk berhijrah. Bahkan, bisa jadi orang terdekat menjadi ujian terbesar.

  • Komentar negatif dan cemoohan
    Berubah menjadi lebih baik seringkali memunculkan reaksi sinis. Ini adalah ujian kesungguhan.

  • Godaan untuk kembali ke masa lalu
    Masa lalu yang penuh kenikmatan dunia bisa menjadi jebakan. Di sinilah iman diuji.

  • Merasa sendirian di jalan kebaikan
    Hijrah bisa terasa sepi. Tapi yakinlah, Allah selalu bersama mereka yang berusaha dekat dengan-Nya.

4. Menemukan Lingkungan yang Mendukung Hijrah

Lingkungan sangat berperan dalam menjaga semangat hijrah.

  • Cari teman yang satu visi
    Bergaul dengan mereka yang juga sedang memperbaiki diri akan memberikan semangat dan keteladanan.

  • Bergabung dengan komunitas islami
    Mengikuti kajian, komunitas dakwah, atau lingkaran ilmu akan membuat hijrah terasa ringan dan menyenangkan.

  • Filter media sosial
    Follow akun-akun yang menguatkan iman, hindari konten yang membawa kembali pada kebiasaan buruk.

5. Menumbuhkan Konsistensi dalam Perjalanan Hijrah

Istiqomah adalah ujian berat setelah niat dan langkah awal hijrah dilakukan.

  • Mulai dari hal kecil, tapi rutin
    Jangan terbebani harus langsung sempurna. Tambahkan satu kebaikan setiap hari dan jaga agar terus dilakukan.

  • Perbaiki kualitas ibadah
    Sholat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak dzikir akan memperkuat hubungan dengan Allah.

  • Jangan berhenti belajar agama
    Ilmu akan menjadi pelita dalam perjalanan hijrah. Semakin banyak tahu, semakin kuat iman.

6. Hijrah Menuju Ridha Allah: Tujuan Tertinggi Seorang Muslim

Tujuan utama hijrah adalah mendekatkan diri pada Allah dan meraih keridhaan-Nya.

  • Ridha Allah lebih dari segalanya
    Dunia boleh mencela, tapi selama Allah ridha, itulah kemenangan sejati.

  • Hijrah adalah investasi akhirat
    Setiap langkah dalam hijrah adalah amal shalih yang akan menjadi cahaya di yaumil akhir.

Hijrah adalah perjalanan batin yang menuntut keberanian, kesabaran, dan keikhlasan. Ia bukan sekadar perubahan tampilan luar, tetapi transformasi hati menuju kehidupan yang lebih bermakna. Semoga kita termasuk dalam barisan orang-orang yang berhijrah dengan sungguh-sungguh dan diberi kekuatan untuk terus istiqamah hingga akhir hayat.

“Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak...”
(QS. An-Nisa: 100)