Mengenal Bulan Rajab, Bulan yang Dimuliakan Allah

28 Mar 2020
Sumber Foto: www.assalaf.id

Memasuki bulan Rajab, merupakan bulan yang ditunggu umat Islam untuk melakukan amalan dengan sebaik-baiknya. Bulan ini merupakan salah satu dari keempat bulan haram dan dikenal sebagai bulannya peristiwa Isra’ Mi’raj yang merupakan peristiwa penting bagi Rasulullah SAW dan umat muslim.

Ketika memasuki bulan ini, Rasulullah SAW biasa mengucapkan doa :

Allaahumma baariklanaa fii Rajaba wa Sya’baana Wa Ballighnaa Ramadhana

Yang artinya : “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban ini, dan sampaikanlah umur kami bertemu Ramadhan.”

Mengapa bulan Rajab dikatakan bulan yang mulia? Hal ini dikarenakan pada bulan ini Allah SWT akan memberikan pahala untuk orang-orang yang melakukan puasa. Adapun amalan-amalan lainnya yang dapat dilakukan ketika memasukin bulan Rajab :

Pertama, Rasulullah bersabda : “Bulan Rajab adalah bulan permohonan pengampunan bagi ummatku, maka hendaknya mereka memperbanyak istighfar di dalamnya. Yakni :

Astaghfirullaha Wa Atuubu Ilaihi

“Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”

Kedua, di dalam sebuah riwayat disebutkan, “Bagi yang tidak mampu berpuasa agar memperoleh pahala puasa di bulan Rajab, maka hendaknya setiap hari ia membaca tasbih berikut sebanyak 100 kali :

Subhanal Ilahil Jalil, Subhana Man Laa Yanbaghit Tasbiihu Illa Lahu, Subhaanal A’Aazzil, Subhaana Man Labisal ‘Izzi Wa Huwa Lahu Ahlun.

Artinya : “Mahasuci Tuhan Yang Maha Agung, Mahasuci yang tak layak bertasbih kecuali kepada-Nya, Mahasuci Yang Maha Agung dan Maha Mulia, Mahasuci Yang Menyandang keagungan dan hanya Dia yang layak memilikinya.”

Ketiga, hendaknya membaca Yâ Dzal Jalâli Wal-Ikrâm, Yâ Dzan Na’mâi Wal-Jûd, Yâ Dzal Manni Wath-Thawl, Harrim Syaibatî `Alan Nâri.

Artinya : “Wahai Yang Maha Agung dan Maha Mulia, wahai Pemilik kenikmatan dan kedermawanan, wahai Pemilik anugerah dan karunia, selamatkan putihnya rambutku dari api neraka.”

Keempat, “Barangsiapa yang membaca di bulan Rajab Istighfar berikut sebanyak 100 kali dan mengakhirinya dengan bersedekah, Allah akan mengakhirinya dengan rahmat dan maghfirah. Barangsiapa yang membacanya 400 kali, Allah mencatat baginya pahala 100 syuhada’” Sabda Rasulullah SAW.

Astaghfirullâha Lâilaha Illa Huwa Wahdahu Lâ Syarîkalah, Wa Atûbu Ilaihi.
“Aku memohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Esa, Yang tiada sekutu bagi-Nya, aku bertaubat kepada-Nya.”

Kelima, membaca bacaan tahlil 1000 kali. Rasulullah bersabda : “Barangsiapa yang membaca di bulan Rajab Lâilâha illallâh sebanyak seribu kali , Allah mencatat baginya seratus ribu kebaikan dan membangunkan baginya seratus kota di surga.

Keenam, membaca bacaan

Astaghfirullâh Wa Atûbu Ilaihi,

Pada pagi dan sore sebanyak (70 kali) dan diakhiri dengan membaca doa:

Allâhummaghfirlî Wa Tub `Alayya
“Ya Allah, ampuni aku dan bukakan pintu taubat bagiku.”

Di dalam suatu hadis dikatakan “Barangsiapa yang membaca Istighfar pagi dan sore sebanyak 70 kali dan kemudian diakhiri dengan doa tersebut dengan mengangkat tangannya, jika ia mati di bulan Rajab matinya diridhai oleh Allah dan tidak disentuh oleh api neraka karena berkah bulan Rajab.”

Ketujuh, membaca istighfar berikut sebanyak seribu kali agar diampuni dosanya oleh Allah

Astaghfirullâha Dzal Jalâli Wal-Ikrâm Min Jamî`Idz Dzunûbi Wal-Âtsâm

“Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia dari semua dosa dan kesalahan.”

Kedelapan, membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 11.000 kali atau 1000 kali atau 100 kali. Dalam sebuah riwayat dikatakan, “Barangsiapa yang membaca Surat Al-Ikhlash seratus kali pada hari Jum’at bulan Rajab, ia akan memperoleh cahaya yang mengantarkan ke surga.”

Kesembilan, di dalam sebuah hadist disebutkan  “Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, dan melakukan shalat sunnah empat rakaat (2 kali salam). Rakaat pertama setelah Fatihah membaca ayat Kursi seratus kali, dan rakaat kedua setelah Fatihah membaca Surat Al-Ikhlash dua ratus kali, maka saat matinya ia akan menyaksikan tempatnya di surga atau diperlihatkan kepadanya.”

Kesepuluh, Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah empat rakaat (2 kali salam) pada hari Jum’at di bulan Rajab antara shalat Zuhur dan Ashar; setiap rakaat setelah Fatihah membaca ayat Kursi tujuh kali dan Surat Al-Ikhlash, kemudian sesudah salam membaca Astaghfirullâhalladzî lâilâha illâ Huwa wa as-aluhut tawbah (10 kali), Allah mencatat baginya dari hari itu (hari ia melakukan shalat) sampai hari kematiannya setiap hari seribu kebaikan; memberinya untuk setiap ayat yang ia baca satu kota di surga dari yaqut merah; untuk setiap hurufnya satu istana di surga dari mutiara; diberinya pasangan bidadari dan diridhai tanpa sedikitpun murka; dan Allah mencatatnya sebagai orang-orang ahli ibadah, dan mengakhiri hidupnya dengan kebahagiaan dan pengampunan yang terbaik.”

Kesebelas, melaksanakan puasa tiga hari pada hari Kamis, Jum’at dan Sabtu. Dalam suatu hadis disebutkan, “Barangsiapa yang berpuasa pada Kamis, Jum’at dan Sabtu di bulan-bulan yang mulia, Allah mencatat baginya ibadah sembilan ratus tahun.”

Kedua belas, Shalat enam puluh rakaat selama bulan Rajab; setiap malam dua rakaat, setiap rakaat setelah Fatihah membaca Surat Al-Kafirun (3 kali) dan Surat Al-Ikhlash (sekali). Sesudah salam membaca doa berikut sambil mengangkat tangan:

Lâilaha Illallâhu Wahdahu Lâ Syarîkalah, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu, Yuhyî Wa Yumît, Wa Huwa Hayyun Lâ Yamût, Biyadihil Khayr Wa Huwa ‘Alâ Kulli Syay-In Qadîr, Wa Ilayhil Mashîr, Walâ Hawla Wala Quwwata Illâ Billahil `Aliyyil `Azhîm. Allahumma Shalli `Alâ Muhammadin An-Nabiyyil Ummi Wa Âlihi.

“Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian. Dialah Yang Menghidupkan dan mematikan. Dia Yang Hidup dan tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, kepada-Nya kembali segalanya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Tinggi dan Maha Agung. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad Nabi yang ummi dan keluarganya.”

Diriwayatkan dari Nabi SAW, “Bahwa orang yang melakukan amalan tersebut Allah mengijabah doanya dan memberinya enam puluh pahala haji dan umrah.”

Ketiga belas, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca surah Al-Ikhlas sebanyak seratus kali dalam shalat sunnah dua rakaat di malam bulan Rajab, nilainya sama dengan berpuasa seratus tahun di jalan Allah dan memberinya sebanyak seratus istana di surga, setiap istananya akan bertetangga dengan para Nabi (AS).”

Keempat belas, Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca setiap hari dan malam di bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan Surah Al-Fatihah, ayat Kursi, Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali kemudian membaca masing-masing (3kali) :

Subhânallâhi Wal-Hamdulillâhi, Wa Lâilâha Illallâh Wallâhu Akbar, Walâ Hawla Walâ Quwwata Illâ Billâhil `Aliyyil `Azhîm.
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”

Allâhumma Shalli `Alâ Muhammadin Waâli Muhammad
“Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad”

Allâhummaghfir Lil-Mu’minîna Wal-Mu’minât
“Ya Allah, ampuni kaum mukminin dan mukminat.”

Kemudian membaca istighfar berikut (400 kali):

Astaghfirullâha Wa Atûubu Ilaihi
Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya,

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan mendapatkan rahmatnya. Amin...